Kamis, 09 Mei 2013

BATAS : Antara Keinginan Dan Kenyataan


Sutradara     : Rudi Soedjarwo
Produser      : Marcella Zalianty
Penulis         : Slamet Rahardjo
Pemeran      : Marcella Zalianty
                     Arifin Putra
                     Ardina Rasti
                     Jajang C Noer
                     Piet Pagau
                     Marcell Domits
                     Alifyandra
                     Otig Pakis
                     Tetty Liz Indriati
Distribusi      : Keana Production
Tanggal rilis   : 19 Mei 2011
Negara         : Indonesia



Sinopsis

Jaleswari, dengan ambisi dan kepercayaan diri yang penuh, mengajukan diri untuk mengambil tanggung-jawab
memperbaiki kinerja program CSR bidang pendidikan yang terputus tanpa kejelasan.
Dia menyanggupi masuk ke daerah perbatasan di pedalaman Kalimantan dan menjanjikan dalam dua minggu
ketidak-jelasan itu dapat diatasi
Ternyata suatu kehendak belum tentu sejalan dengan kenyataan.
Daerah perbatasan di pedalaman Kalimantan memiliki pola kehidupannya sendiri.
Mereka memiliki titik-pandang yang berbeda dalam memaknai arti garis perbatasan.
Konflik batin terjadi ketika dia terperangkap pada masalah kemanusiaan yang jauh lebih menarik dan menyentuh perasaan
dibanding data perusahaan yang sangat teoritis dan terasa kering karena
pada hakekatnya masalah rasa sangat relatif dan memiliki kebenaran yang berbeda.
Jaleswari berada dalam tapal batas pilihan. Karisma hutan dan pola hidup masyarakat telah menyadarkan dirinya
bahwa upaya memperbaiki kehidupan masyarakat tidak bisa dipisahkan dengan adat istiadat setempat.
Jaleswari sangat memahami Adeus, seorang guru yang dipercaya menjalankan program pendidikan,
kini menjadi pribadi pendiam dan apatis, karena sistem pendidikan yang diinginkan perusahaan di Jakarta,
tidak sesuai dengan keinginan masyarakat. Masyarakat lebih memilih untuk jadi tenaga kerja yang dijanjikan
jadi kaya oleh penjual jasa bernama Otik. Salah satu korbannya adalah Ubuh, pekerja TKI yang melarikan diri dari negeri
tetangga. Oleh masyarakat Dayak disana, Ubuh tak hanya beroleh perlindungan namun juga kehangatan dan keramahan yang
perlahan membuatnya berangsur pulih dari trauma.
Tragedi kemanusiaan ini, mengubah pemikiran Jaleswari. Semua peristiwa terjadi di depan matanya.
Jiwanya goncang dan Panglima Adayak, kepala suku menuntunnya memahami "Bahasa Hutan" yang
mengetengahkan rasa hormat dan cinta untuk tidak merusak dan sebaliknya malah menjaga dan meningkatkan harkat manusia
dan lingkungan kehidupannya. Langkah Jaleswari sangat membantu Arif sebagai instrumen negara
yang dalam penyamaran dan ditugaskan di wilayah perbatasan



Kata kata yang paling saya ingat dalam film ini
>> Hidup bukan antara keinginan dan kenyataan, tapi keinginan untuk menghadapi kenyataan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kami butuh komentar anda